Aku, kau, dia, kita delapan lima


.

Ribuan luka tlah aku toreh
Jutaan kekecewaan aku lukiskan
Di antara indah tawa kita
Kau menangis karna duka
Tak satu pun aku rasa
Tentang sakitnya kata perpisahan
Semua yang tlah terjalin
Tak kan mudah untuk terhapus
Satu banding seribu ku temukan orang orang sepertimu
Yang slalu memberi ku tanpa ragu
Menerima semua kekuranganku
Dan memahami siapa aku

Kini, kita terpisah..
Seperti kehilangan petunjuk
Aku berjalan tanpa arah
Tertatih diantara perbedaan
Terluka dalam pencarian
Entah kau yang ku tinggalkan
Atau aku yang kehilangan

Kelak ketika aku ingin kembali
Melukis tawa yang lebih indah
Kembali memandang pelangi

Aku, kau, dia, kita, delapan lima ...

Sepenggal kelamku


.


Bukan kisah cinta yg bersinggah
Bukan cerita rindu yg menggebu
Hanya titik titik tinta kelam yg tercecer
Melukis gerimis di ujung senja
Merangkai air mata dalam temaram mega
Sepenggal masalalu yang tak secerah pagi
Melangkah terseok sendiri menyepi
Di ujing senja aku menunggu mati
Berharap ada pilihan lain untukku jalani
Lebih baik dari mentari

Demi mimpimu


.


Berkabutkah pagi ini? saat ku ucap salam pada mentari
Gerimiskah malam tadi? ketika ku tutup jendela kamar
Kau berjalan menjauh, dan aku masih menggenggam tanganmu
Ragamu tak lagi tampak, dan aku masih mendekap dadamu
Suaramu tak lagi terdengar, dan aku masih bernyanyi untukmu
Derap langkah berdetak dg waktu
Dalam temaram bintang alam pun syahdu
Bukan, bukan ku tak ingin kau pergi
Sejenak tuk meraih mimpi

Inilah aku


.


Dulu pernah aku mengukir rasa kelabu
yang ku nikmati waktu demi waktu
Dalam gelap aku menanti
Sgala berubah dan menunggu mati
Dulu pernah aku berjanji
Tentang sesuatu yang harusnya tak ku dekati
Dalam hati penuh duka dan benci
Tetapkan niat tuk bertahan sendiri

Impianku


.


Andai Tuhan memberiku waktu lebih lama...
Tuk sempurnakan separuh agamaku
Bertemu dengan pemilik tulang rusuk ini
Aku ingin menjadi seorang istri yg slalu tersenyum untuknya
Berbagi keluh kesah bersama
Mendidik malaikat malaikat kecil kami menjadi lebih baik dr kami
Memberikan segenap kepercayaan baginya
Slalu menjadi wanita tercantik baginya
Slalu menjadi harta berharganya
Slalu mampu menjadi sandarannya
Slalu memberikan kedamaian untuknya
Slalu ada disisinya tuk menyayangnya
Slalu menjadi tulang rusuknya...

Tanpamu


.


Sungguh, hanya bayangmu yang setiap malam singgahi mimpiku
tiada hati yang mampu gantikan singgasanamu dihatiku
tak ingin kau pergi berlalu sisakan luka
kembali tapaki jalanku sendiri dalam duka

aku tak ingin menjadi rantai bagimu
membelenggu semua gerakmu
aku ingin tetap melayang bersamamu
menjadi angin untuk terbangkan sayapmu

kini perpisahan yang kau tawarkan
setelah jauh kita berjalan
berbagi asa, melangkah beriringan
semua kan terasa pahit bagai racun
hancurkan diriku dan mimpiku, mengelam..

Sebuah Tanya


.


Tuhan...
Aku yakinkan qalbuku untuk terima sgala ketentuanMu
Terbetik tanya yang mengusik jiwa
Tapi entah ini keraguan atau harapan
Tentang cinta, tentang cita.
Tuhan
Dia mungkin bukan manusia sempurna
Hanya jiwa yang penuh noda
Tapi sungguh bagiku dia tanpa cela
Slalu mampu petikan dawai bahagia
Tuhan..
Terlalu cepat bagiku bicara cinta
Karna tak sedikitpun ku kenal dia
Hanya sgala budi dan rasa sucinya
Apakah kan terpadu dalam janji setia dihadapanMu ?