Archive for Maret 2012

Sepenggal kelamku


.


Bukan kisah cinta yg bersinggah
Bukan cerita rindu yg menggebu
Hanya titik titik tinta kelam yg tercecer
Melukis gerimis di ujung senja
Merangkai air mata dalam temaram mega
Sepenggal masalalu yang tak secerah pagi
Melangkah terseok sendiri menyepi
Di ujing senja aku menunggu mati
Berharap ada pilihan lain untukku jalani
Lebih baik dari mentari

Demi mimpimu


.


Berkabutkah pagi ini? saat ku ucap salam pada mentari
Gerimiskah malam tadi? ketika ku tutup jendela kamar
Kau berjalan menjauh, dan aku masih menggenggam tanganmu
Ragamu tak lagi tampak, dan aku masih mendekap dadamu
Suaramu tak lagi terdengar, dan aku masih bernyanyi untukmu
Derap langkah berdetak dg waktu
Dalam temaram bintang alam pun syahdu
Bukan, bukan ku tak ingin kau pergi
Sejenak tuk meraih mimpi

Inilah aku


.


Dulu pernah aku mengukir rasa kelabu
yang ku nikmati waktu demi waktu
Dalam gelap aku menanti
Sgala berubah dan menunggu mati
Dulu pernah aku berjanji
Tentang sesuatu yang harusnya tak ku dekati
Dalam hati penuh duka dan benci
Tetapkan niat tuk bertahan sendiri

Impianku


.


Andai Tuhan memberiku waktu lebih lama...
Tuk sempurnakan separuh agamaku
Bertemu dengan pemilik tulang rusuk ini
Aku ingin menjadi seorang istri yg slalu tersenyum untuknya
Berbagi keluh kesah bersama
Mendidik malaikat malaikat kecil kami menjadi lebih baik dr kami
Memberikan segenap kepercayaan baginya
Slalu menjadi wanita tercantik baginya
Slalu menjadi harta berharganya
Slalu mampu menjadi sandarannya
Slalu memberikan kedamaian untuknya
Slalu ada disisinya tuk menyayangnya
Slalu menjadi tulang rusuknya...

Tanpamu


.


Sungguh, hanya bayangmu yang setiap malam singgahi mimpiku
tiada hati yang mampu gantikan singgasanamu dihatiku
tak ingin kau pergi berlalu sisakan luka
kembali tapaki jalanku sendiri dalam duka

aku tak ingin menjadi rantai bagimu
membelenggu semua gerakmu
aku ingin tetap melayang bersamamu
menjadi angin untuk terbangkan sayapmu

kini perpisahan yang kau tawarkan
setelah jauh kita berjalan
berbagi asa, melangkah beriringan
semua kan terasa pahit bagai racun
hancurkan diriku dan mimpiku, mengelam..

Sebuah Tanya


.


Tuhan...
Aku yakinkan qalbuku untuk terima sgala ketentuanMu
Terbetik tanya yang mengusik jiwa
Tapi entah ini keraguan atau harapan
Tentang cinta, tentang cita.
Tuhan
Dia mungkin bukan manusia sempurna
Hanya jiwa yang penuh noda
Tapi sungguh bagiku dia tanpa cela
Slalu mampu petikan dawai bahagia
Tuhan..
Terlalu cepat bagiku bicara cinta
Karna tak sedikitpun ku kenal dia
Hanya sgala budi dan rasa sucinya
Apakah kan terpadu dalam janji setia dihadapanMu ?

Cintaku


.


Cintaku sederhana
Kuberikan dengan cuma cuma
Cintaku sederhana
Tapi tak berakhrir percuma
Cintaku sederhana
Seperti hangat mentari untuk dunia
Cintaku sederhana
Meski terluka, ku kan tetap setia

Aku untukmu


.


Lelah terus menyergap tubuhku setelah seharian beraktifitas dengan jadwal kuliah dan tugas makalah, ditambah kegiatan paduan suara untuk persiapan wisuda kakak kelas yang dibebankan pada mahasiswa tingkat pertama. alhasil pulang terlampau sore. aku pikir malam tlah bersinggah, tapi ternyata hanya mendung yang mewarnai atap angkasa.

Angin


.


Lelah terus menyergap tubuhku setelah seharian beraktifitas dengan jadwal kuliah dan tugas makalah, ditambah kegiatan paduan suara untuk persiapan wisuda kakak kelas yang dibebankan pada mahasiswa tingkat pertama. alhasil pulang terlampau sore. aku pikir malam tlah bersinggah, tapi ternyata hanya mendung yang mewarnai atap angkasa.

Kau


.


Terlarut.. terbawa arus..
Semilir angin sore ini, menghantarkan senyummu
menyejukkan.. menentramkan..
mencabuti akar akar rindu yang menghujam kalbu..
Menyiram bunga bunga kebahagiaan di sepanjang taman harapan..
Memberi ribuan makna dan ukir berjuta warna..
Tak pernah aku bermimpi milikimu..
Dapatkan senyum indahmu..
Tapi aku percaya, Hidupmu bagian dari hidupku..
Hatiku bagian dari hatimu..
Dari setiap jengkal dirimu adalah candu..
Matamu siratkan ketegasan..
Senyummu gambarkan kesempurnaan..
Kata katamu berikan kekuatan..
Hatimu tawarkan sandaran..

Aku Aku


.


All about my dream
All about my future
All about my life..

Buih dapan mengandung emas
Buih yang tak berharga menjadi amat bernilai
Buih yang terombang ambing kan menjadi sesuatu yang berharga
Semua manusia adalah buih ketika ia sendiri..
Satu jiwaku mungkin tak berharga
Tapi dua-tiga jiwa kami dapat mengukir pelangi
dulu kita disatukan dalam sebuah mahakarya tuhan
buih buih yang tercecer, berubah berkilauan
setelah aku merasa diriku berharga, kehinaan kembali kau tawarkan
untuk menjadi buih d lautan
sendiri menapaki pahit asinnya kehidupan..

Dosaku bukan dosamu


.


Entah apa yang aku pikirkan selama ini, baru aku sadari aku tlah menodai kesucian jiwa dan hatinya demi sesuatu yang masih disamarkan Allah. Dengan dalih rasa sayang, aku sentuh budi suci itu tanpa kupikirkan apakah jemari qalbuku bebas dr noda dan penyakit. 
Dia, slalu mampu kuatkanku, padahal itu masih belum mampu buktikan bahwa Tuhan takdirkan aku adalah tulang rusuknya yang Tuhan ambil saat Dia terlelap tidur disyurga.
Tulang rusuk itu mungkin bengkok, tapi ia tak kan menusuk raganya sendiri.
Dia mungkin masih mampu hapus air mata yang mengalir dipipiku, tapi apakah aku mampu mendengar hatinya menjerit menolak, berkata bahwa semuanya salah, semuany tak pantas terjadi, dan semuany aku lah yang mendalangi.
Dia, tak satupun darinya yang bisa aku benci, tapi itu belum mampu buktikan bahwa dia lah yang kan menyempurnakanku. Aku paksa dia tuk bersama lengkapi puzzle hidupku, tanpa sadar potongannya terlalu besar di kotak hidupku, terlalu indah di papan hatiku.
Semua begitu kabur
Begitu samar
Begitu abu abu...

Disudut hati yang kelam, 21 Agustus 2011
22 Ramadhan 1432 H

Aku dan Dia


.


Aku...
aku yang selalu memintanya temaniku
resapi senja dipenghujung rindu
hanya menangis sesali yang lalu
tak mampu tanpanya disisiku
Dia...

Perjalanan hidup


.


Dulu...
Saat kau lahir, semua tersenyum bahagia
menangis haru
menyanyikan lagu
menggoyang tanganmu
dan bersorak gembira saat kau tertawa...
semakin dewasa semakin berubah
semua berbeda
semakin banyak tawa yg hilang
semakin banyak senyum memudar
semakin jauh brjalan
semakin hutan terhampar
yg tersisa hanya getir
dan saat kau sadar, kau tlah mati
mati seorang diri..

Kembali melukainya


.


Aku kembali melukainya
melukai jiwa yang tulus padaku
ah, apa aku tak pantas mendapatkannya?
dia terlalu suci bagiku
tak pernah kusentuh raganya
tak pantas kumiliki hatinya
biar aku terlarut dalam jatuh
kambali menapaki jalan panjang ini sendiri
perih...
perih yang kurasakan
bukan karna kehilangan,
tapi karna sepi yang menikam
sesaat setelah kau tinggalkan

Hilang


.


Tak ada lagi kata yang bisa kita ucap
Tak ada lagi hari yang bisa kita bagi
Hanya sepi yang kita resapi
Dalam diam kala langit mengelam

Kader


.


Sadarkah kita kawan, bahwa kita seorang kader. Bukan hanya kader bagi suatu organisasi tapi juga kader bangsa dan agama. Kewajiban kita lah meluruskan yang berbelok, benerangkan yang gelap, dan mendamaikan hati yang bergolak. Itu bukan hanya kewajiban bagi para ulama atau pemimpin. Dan bukan kah kita ini juga adalah pemimpin. Jangan karna usia kita yang masih muda kemudian kita lepas tangan tentang kewajiban kita terhadap kebaikan yang telah diamanahkan Allah bagi hambanya. Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Slogan itu lah yang patutnya terpatri dalam hati setiap manusia, nisacaya segala bentuk kemaksiatan baik kepada diri sendiri maupun orang lain akan terminimalisir. Kita lah KADER MUDA BANGSA DAN AGAMA. Ditangan kitalah perubahan itu akan dimulai. Ditangan kitalah babak baru akan dimulai.

Akhir Sebuah Kesenangan


.


"Masa Masa SMA itu dinikmati, karna kau akan merasa sungguh kehilangan jika kau melewatkannya, masa2 dimana kau mampu belajar kehidupan dari manis hingga pahitnya" begitulah kata seorang yang sungguh bijak dalam hidupku. ya, masa masa itu memang masa dimaka kita akan mengenal hidup darisesuatu yang indah sekaligus menakutkan.
Indah, karna disana aku belajar bersyukur, aku telah dipertemukan dengan kalian, kawan kawan super yang tak akan pernah aku temukan di seluruh dunia sekalipun. kalian yang mengajarkan padaku berbagi, dari seorang yang egois sepertiku. yang tak pernah mengenal kata 'maklum', dalam hidupku yang keras, aku belajar sabar, ikhlas, dan yang terpenting, aku belajar MENCINTAI dari kalian.
Mencintai hidup,
mencintai arti persahabatan,
mencintai perbedaan,
mencintai kerja keras,
mencintai perjuangan
hingga mencintai cobaan.

Bukan..


.


Mungkin semuanya memang tak seperti yang ku mau
tak sesempurna anganku
tak setinggi khayalku
Tapi aku bahagia
cukup dengannya disisiku
cukup dirinya temaniku
meski dalam tidurku...

Aku tak tahu


.


Jika boleh aku bertanya
apa ini 'Rindu'?
rindu akan setiap kata yang kau untai
rindu akan tawamu yang berderai
rindu tatapan matamu yang damai
lemaskan seluruh persendianku
saat kau mulai balas tatapku
mengulur waktu enggan berlalu

Bumi dan Mentari


.


Aku bernafas
Tapi aku tak hidup
Mengertikah kau tentang aku?

Bintang Tercipta bersama bulan...
Terang bersama dalam Malam
Sedangkan Mentari?
Ia Tercipta untuk Sendiri
Hangatkan dinginnya angkasa
Dan kau?
Dan kau tak pernah menjadi Mentari
Kau hanya ingin menjadi dirimu
Dengan kerasnya hatimu
Kau bawa ku bersamamu
Terseret, Terjatuh, Terluka...

Seribu Kunang-kunang


.


Gelap...
Hanya gelap yang kau bagi
Hantui diri dengan bayang mati
Tersadarkan tanpa datangnya pagi
Aku tak hendak berhenti
Aku terus berlari
Mencari serpihan serpihan mimpi
Yang telah kau bawa pergi

Kutipan Rindu


.


ia bukan bintang
tapi ia mampu tunjukan jalanku...
ia bukan udara...
tapi darinya aku mampu hidup...
ia bukan bulan...
tapi ia bersianar cemerlang dilangit yang kelam...
ia bukan matahari...
tapi ia mampu hangatkan hati...
ia bukan awan...
tapi ia teduhkan langkahku dan terus berjalan...
ia bukan batu karang...
tapi ia kuatkan jiwaku tuk terus berjuang...
ia bukan hujan...
tapi ia berikan kehidupan...
ia bukan langit...
tapi ia memiliki jiwa yang luas,,.

Aku


.


Aku memang lemah kawan...
air mataku selalu mampu membobol pertahananku
hatiku mudah terluka kawan...
entah oleh lidah atau matamu
jiwaku terlalu penakut kawan...
takut untuk menatap kenyataan yang ada
ragaku tak berharga kawan...
selalu dilihat dengan sebelah mata
genggamanku tak selalu kuat kawan...
tapi aku tak pernah rela kehilanganmu

Waktu


.


Waktu memang musuhku...
tak pernahkah ia berpihak padaku?
cepat sekali ia berbalik
baru aku rasa bahagia sekejap mata
ia kembali pergi..

Ishbir


.


Saat kau hampiriku
dengan mata teduhmu
aku tahu kawan,
ada sesuatu tersembunyi disana

masa lalu part : 2


.


Dalam sujudnya gadis itu mengharap ketenangan batin nya, mencari kesejukan dalam dekapan tuhannya, ia adukan semua kesesakannya. ya kesesakan karna tlah menyakiti hati seorang yang berharga baginya. yang setia menunggunya. tapi apa mau dikata. rasa itu mungkin memang aneh, disaat ia datang, kita mencoba menjauh bak rasa itu sebuah kutukan. tapi kala rasa itu pergi lukanya tak kunjung mengering.

Angan


.

Anganku terbang entah kemana. yang aku dapati adalah sesak, sesak dalam kebingungan. bimbang

masa lalu


.


Al kisah, tak mengerti dari manakah dan siapakah wanita itu. ah ya, dia bukan siapa ssiapa. hanya gadis biasa yang diberi kesempatan Tuhannya untuk menghirup nafas duniawi. tak jua kelebihan diberikanNya tak lain dilengkapi dengan kelemahan.
Hari hari ia isi semampunya dengan senyum dan tawa. tapi hari ini semuanya berbeda. entah apa yang berbeda, hanya langit mendung semendung hatinya. ya, ketika cerita masa lalu itu dimulai kembali...
satu kisah yang tak mungkin ia lupakan, mukin selama hidupnya. meski ia tahu itu bukan lah perbuatan yang boleh dilakukan, apalagi bagi seorang yang mengetahui.

Juli


.


Ternyata waktu dua bulan telah mampu membentuk pribadiku kembali seperti semula. dingin, benci dengan keramaian... apa ini hanya aku yang mecoba lari dari kehidupanku? menapaki dan merasakan setiap luka yang menembus jantungku. menyesapi aroma kesendirian, merajut kembalu hidupku dengan air mata. menjadi untaian sutra luka. ah... dunia ini begitu membingungkan... begitu pula diriku yang sampai saat ini pun tak mampu aku mengarti.

Rembulan


.


Malam ini aku sendiri lagi, merangkai mimpi mimpi yang tak pasti... merenungi setiap kejadian dalam sehari... aku tak tahu kenapa aku selalu terjebak dalam situas seperti ini...dan hanya mampu bercerita kepada rembulan...
Wahai Bulan, pancaran cahayamu yang lembut, mampu menyinari gelapnya malam, kenapa aku, sang mentari tak mampu menunaikan amanah yang tersimpan dalam namaku sebagai mentari?
Wahai Bulan, seandainya aku menjadi bintang, aku ingin disampingmu, berbagi cahaya denganmu, berbagi kelembutan denganmu...

Refleksi Tokoh : Soe Hok Gie


.


Soe Hok Gie "the angry Yong Man" siapa yang tidak kenal si cina kecil ini. aktivis mahasiswa yang mamp[u menggegerkan kursi-kursi empuk DPR orde lamadengan teriakan-teriakan dan tulisan-tulisannya disejumlah media masa yang menuntut keadilan pemberantasan korupsi. pahlawan yang tak pernah tercatat di buku buku sejarah SD,SMP, maupun SMA.
Soe Hok Gie, warga Indonesia berdarah Tiong Hoa ini lahir pada tanggal 27 Desember 1941. Gie sangat prihatin terhadap keadaan rakyat Indonesia pada saat itu yang menjadi korban keculasan para pemimpin pemimpin rakyat. setidak-tidaknya rasa itu muncul sejak ia masih berusia belasan tahun. penilaiannya tentang dunia politik adalah pada dasarnya kotor.pandangan inilah yang menjadi dasar pembelaan Gie akan kekuatan moral dalam politik diawal tahun 1966.
Gerak langkah Gie yang kukuh untuk menumbangkan kepemimpinan Seokarno mulai terorganisir ketika ia duduk dibangku kuliah. Menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FS-UI). Disinilah ia mulai mengembangkan jiwa pemberontakannya untuk melawan apa pun yang ia anggap salah dalam pemerintahan khususnya. Wawasannya yang luas dikarenakan kegemarannya membaca menjadi salah satu modal dasar setiap agrumennya. Gie Bahkan pernah terlibat perdebatan sengit antara ia dan dosennya.
Pernah juga Gie kecewa kepada teman-temannya angkatan 66 yang ikut duduk dalam jajaran DPRGR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) yang memang menyediakan kursi untuk para mahasiswa. Teman-temannya yang di delegasikan sudah tidak sesuai lagi dengan ideoligi aktivis mahasiswa lainnya yang mengharapkan perubahan pemerintah menjadi lebih baik. Mereka terlalu menikmati kenyamanan kursi DPRGR sehingga lupa apa tujuan mereka dikirim menjadi duta hamasiswa di jajaran DPR. Parahnya mereka saling berebut jabatan yang lebih tinggi. hal iniyang mambuat Gie gerah, ia dan teman temannya yang masih seideoligi membuat gebrakan dengan mengirirm kado lebaran dan natal kepada segenap jajaran DPRGR yang berisi pemulas bibir, cermin jarum dan benang disertai surat terlampir.

Do'aKu


.


ketika ku buka mataku
ku ingin hanya senyumnya yang menyambutku
ketika ku dengar suara
ku ingin hanya tawanya yang menghangatkan
ketika ku hirup udara pagi
ku ingin hanya harum nafasnya yang melegakan
ketika ku rasakan gejolak dalam jiwaku
ku ingin cintanya lah yang mengisi seluruh duniaku

Pantai


.


Aku ingin seperti pantai...
luas...
lepas...
tak terbatas...
indah terbingkai oleh luasnya alam...
bergoyang gelombang terbawa angin...
berikan tawa lepas bocah kecil dikejar ombak penuh buih...
berkejaran bersama tetesan biru rizkiMu...
Perlena dengan belaian nafasMu...
Sungguh indahnya ciptaanMu...


indahnya pantai...

Sayang


.


mengapa Romeo begitu mencintai Juliet
mengapa Majnun gila karna Laiyla
mengapa Siti Nurbaya hancur karna cintanya pada Samsul
dan mengapa Cleopatra dan Mark Anthony rela buhun diri demi cintanya

Hadirmu


.


Kini kita terdiam... berhadapan
tanpa kata...tanpa suara...
menatap mata satu sama lain
meski mulut enggan berucap
(hinggar bingar seakan tak terdengar... sekitar hilang tanpa bayang)
hanya tinggal aku dan dirimu
berdiri dalam ketidak pastian
berpijak pada bumi yang terus goyah
tangan dinginmu mulai sentuh pipiku

Pelajar?


.


Pelajar...
pelajar adalah seorang pejuang, dimana dia akan memperjuangkan ilmu pengetahuan yang ia dapatkan di bangku pendidikan untuk kembali ia salurkan kepada masyarakat lainnya. tapi, dimanakah wajah wajah pelajar zaman sekarang, semuanya berkedok... semuanya memprihatinkan...
hanya ada kebohongan kebohongan dalam pembelajarana... menyontek... melobi... untuk hal hal yang tak terlalu penting...
nilai? itukan yang mejadi tolak ukur seorang pelajar? TIDAK... pendidikan bukan hanya untuk mencari intelektuan dan akal kawan, apalagi nilai tapi juga sosial, mental dan moral...

Untuk Sahabat sahabatku


.


Ah, kadang aku merasa berjuang sendiri... tak ada teman, tak ada topangan. hanya ada aku dan perjuangan. tapi, ketika aku menatap wajah teman2 seperjuanganku, meskipun kita terpisah, tp disana aku temukan kekuatan baru. kekuatan yang terus mendorongku untuk tetap konsisten di jalanku. konsisten dalam perjuanganku.

Arti Perjuangan untukku


.


Perjuangan kawan, perjuangan yang kita tak akan pernah usai. hingga nafas terbang menjauhi badan. perjuangan kawan, pejuangan yang mempertemukan kita dalam satu asa dalam satu cita. perjuangan kawan, perjuangan yang mendidik kita untuk berdiri. perjuangan yang mengajarkan kita untuk teguh berjalan, perjuangn  yang mewarnai hidup kita, perjuangan yang memberi lukisan indah dalam hidup kita, perjuangn yang mengajariku arti hidup, kesetiaan, ketulusan, dan keikhlasan.

Dilema


.


Sungguh, inikah cobaan dalam mencintainya? aku kehilangannya untuk waktu yang mungkin lama... mampukah aku bertahan? tapi sampai kapan aku bertahan? apa cintaku akan memudar? hal yang paling aku takutkan...
Robb... Dirimu lah yang Menganugrahkan cinta... apa Kau hembuskan lagi rasa itu didadaku? jika aku bisa menghentikan waktu. aku akan hentikan, dan menunggunya dalam kehidupanku sendiri. tak ada orang alin yang kan menodai cintaku padanya...